loading...
Di dalam Islam, pergantian waktu dari detik ke menit, dari menit ke jam, dari jam ke hari, dari hari ke bulan, dan seterunya, termasuk nikmat besar yang perlu kita syukuri.
Karenanya, kita dianjurkan untuk membaca doa setiap menjelang pagi dan malam sebagai bentuk rasa syukur adanya pergantian malam dan hari.
Begitu juga kita dinjurkan untuk berdoa setiap pergantian bulan.
Dalam kitab Al-Adabus Syar’iyah, Imam Ibn Muflih Al-Maqdisi menyebutkan bahwa doa setiap pergantian bulan baru adalah sebagai berikut;
الله اكبر الله اكبر الله اكبر الحمد لله الذي ذهب بشهر كذا وجاء بشهر كذا
Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar. Alhamdulillahil ladzii dzahaba bi syahri kadzaa wa jaa-a bi syahri kadzaa.
Artinya:
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan bulan ini (sebutkan nama bulannya) dan telah mendatangkan bulan ini (sebutkan nama bulan yang baru).”
Sumber: bincangsyariah.com
Karenanya, kita dianjurkan untuk membaca doa setiap menjelang pagi dan malam sebagai bentuk rasa syukur adanya pergantian malam dan hari.
Begitu juga kita dinjurkan untuk berdoa setiap pergantian bulan.
Dalam kitab Al-Adabus Syar’iyah, Imam Ibn Muflih Al-Maqdisi menyebutkan bahwa doa setiap pergantian bulan baru adalah sebagai berikut;
الله اكبر الله اكبر الله اكبر الحمد لله الذي ذهب بشهر كذا وجاء بشهر كذا
Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar. Alhamdulillahil ladzii dzahaba bi syahri kadzaa wa jaa-a bi syahri kadzaa.
Artinya:
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan bulan ini (sebutkan nama bulannya) dan telah mendatangkan bulan ini (sebutkan nama bulan yang baru).”
Sumber: bincangsyariah.com

0 Comments:
Posting Komentar